Bantuan Untuk Kube Akan Dilipatgandakan

Ketua Dewan Pembina Yayasan Bisnis Aplikasi Sains Teknologi (YBAST) Sumatera Selatan (sumsel) Dodi Reza Alex berjanji kepada kelompok usaha bersama (Kube), akan melipatgandakan bantuan program, apabila produksi jamur konsumsi berhasil.
“Kalau Kube ini berjalan baik dan berhasil, saya janji akan lipatgandakan semua program perekonomian kerakyatan, maka dari itu gunakan kesempatan ini dengan baik dan sungguh – sungguh” kata Dodi saat membuka Pelatihan Kube Produksi Jamur Konsumsi di Kelurahan Sako Baru, Palembang, senin (9/8).

Dodi menjelaskan pihaknya tetap akan mengevaluasi program produksi jamur konsumsi. Jika berhasil tentunya Kube tersebut akan diberi penghargaan berupa penambahan modal dan program baru. Sebaliknya, apabila gagal dimungkinkan tidak ada lagi dana pendamping bagi kube untuk menjalankan usaha ini.

“Saya tidak lihat produksi jamur ini bakal gagal, apalagi sarana dan pra sarana telah disediakan, ternasuk modal awal sebesar Rp 20 juta / kelompok, dan pelatihan berwirausaha jadi tinggal kemauannya saja” ujar Dodi.

Menurut Dodi, saat ini banyak usaha kecil yang dilakukan masyarakat, kekurangan modal awal sehingga programnya kurang berjalan. Ada juga usaha yang tidak ada dana sehingga program nya kurang berjalan. Ada juga usaha yang tidak ada dana pendamping atau kurang modal namun tetap berhasil.

“Mari kita coba kembangkan program UKM ini, dengan tujuan untuk menambah perekonomian keluarga, jadi saya berharap kepada Kube untuk berlatih dan belajar sungguh – sungguh, terutama mengikuti pelatihan produksi jamur konsumsi, sebab prospeknya akan cemerlang,” ujar Dodi.

Sementara ketua YPBAST Hari Agus Wibowo mengatakan, program Kube produksi jamur tiram ini merupakan kerjasama PBAST dengan dinas sosial Sumsel yang bertujuan meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Saat ini, baru ada 10 Kube yang tersebar di lima kecamatan di kota Palembang. Kesepuluh kube tersebut akan menerima bantuan dana pendamping dari Dinas Sosial sebesar Rp 20 Juta,” jelas dia.

Menurut Hari, produksi jamur tiram itu akan menghasilkan sekitar Rp 8 juta – Rp 12 Juta / bulan, apabila dana pendamping Rp 20 Juta itu dijadikan bibit jamur. “Pendistribusiannya kita serahkan kepada Kube. Harga di pasaran saat ini berkisar Rp 20 ribu /kg, tapi PBAST kasih harga Rp.15 ribu / kg” kata Hari.

Pembentukan Kube ini sambut Hari, banyak kendala, mulai dari pengurusan surat rekomendasi dari kelurahan, hingga diduga bakal adanya pemotongan 30 persen bantuan dana pendamping. Makanya saya berharap kepada Pembina PBAST untuk menegur instansi terkait, sebab hal ini akan menghambat pembangunan di Sumatera Selatan”. Ujar Hari.

Suyanto, Koordinator Kube, mengatakan program produksi jamur konsumsi ini diprakarsai oleh Dinas Sosial Sumsel dan YPBAST.” Saat ini kita telah diberi kesempatan untuk berwirausaha. Untuk itu kita gunakan kesempatan ini dengan sungguh – sungguh dan serius, sebab tidak mudah mendapat bantuan modal untuk berwirausaha, tukas dia

sumber: Berita Pagi tanggal 10 Agustus 2010

Both comments and pings are currently closed.

Leave a Reply


Powered by WordPress | 2011-2016