Anggota komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR-RI) Dodi Reza Alex mendukung penuh pemberantasan kemaksiatan di Sumatera Selatan (Sumsel). Tak hanya itu, Dodi juga siap membantu operasional Majelis Ulama Indonesia MUI Sumsel. Dukungan tersebut disampaikan Dodi saat berkunjung dan berdialog dengan pihak MUI Sumsel dan organisasi massa (ormas) Islam, minggu(15/8) di sekretariat MUI Sumsel.
Selain untuk mempererat ikatan silaturahmi, kunjungan tersebut juga dalam rangka menyerap aspirasi para ulama dan ormas Islam di Sumsel, terkait tugas dan fungsi Dodi sebagai wakil rakyat Sumsel di tingkat pusat. Dodi menuturkan rasa bangganya bisa bertatap muka, bersilaturahmi, dan berdialog bersama para ulama yang ada di Sumsel. Menurut dia, hasil dialog bersama MUI akan menjadi tonggak mengenai apa – apa yang akan dia lakukan kedepan, termasuk menyampaikan aspirasi tersebut ke pusat.
“Akan banyak pembangunan di Sumsel, tidak hanya infrastruktur SEA GAMES tapi juga pembangunan infra struktur lain. Sumsel akan jadi sorotan. Perlu dukungan semua elemen termasuk MUI, bagaimana membangun mentalitas SDM dan citra Sumsel ke depannya menjadi lebih baik lagi di mata dunia,” kata Dodi.
Dalam dialog ini, sebagian besar aspirasi yang disampaikan peserta dialog adalah meminta kesungguhan pemerintah dalam memberantas tindakan maksiat. Seperti menghentikan lokalisasi Teratai Putih dan tempat hiburan malam Cleopatra.
Menanggapi aspirasi ini, Dodi menyatakan akan segera menindaklanjutinya. “Seperti Cleopatra, hanya beberapa meter saja dari pesantren Innayatullah, Kabupaten Banyuasin. Ini jelas akan mengganggu aktivitas pondok, apalagi pihak pondok tidak menyetujui keberadaan tempat hiburan itu. Jelas ini telah melanggar,” kata Dodi.
Sementara untuk usulan penghentian situs porno dan tayangan infotainment tidak mendidik juga dilontarkan di forum ini, Dodi berjanji akan menyampaikan aspirasi itu ke Komisi I DPR-RI. “Meski saya jarang menonton, saya sangat sependapat kalau memang ada sebagian tayangan yang sama sekali tidak mendidik dan tidak layak, seharusnya dilarang untuk di siarkan,” tegas Dodi.
Pada kesempatan tersebut, MUI Sumsel juga menyampaikan harapan agar pemerintah mendukung fatwa – fatwa yang dikeluarkan MUI. Selain itu, MUI Sumsel minta pembangunan sekretariat MUI Sumsel dan kendaraan operasional.
“Dalam waktu singkat, MUI Sumsel akan ada kantor baru, Pemerintah Provinsi Sumsel akan buatkan,” ujar Dodi di sambut tepuk tangan peserta dialog.
Sementara itu, ketua MUI Sumsel Sodikun mengatakan, pertemuan tersebut membicarakan satu pandangan bagaimana membangun Sumsel ke depan. Saat ini kerukunan dan suasana kondusif di antara masyarakat, baik di antar agama, suku, ras, dan adat, sangat terpelihara dengan baik di Sumsel.
“Namun tentunya bersama pemerintah dan ormas Islam lainnya, bagaimana meningkatkan dan mempertahankan komunikasi citra Sumsel ini,” kata Sodikun. Ia juga mengatakan rasa bangganya atas kehadiran Dodi Reza Alex, selaku wakil rakyat yang secara langsung bersilaturahmi dan mendengarkan aspirasi rakyat mereka. “Pak dodi ini adalah investasi pemimpin ke depan. Kita sangat bangga punya anak muda yang mempunyai kepedulian dan keinginan bagaimana memajukan daerah,” kata Sodikun.
Sodikun juga menyampaikan terima kasih atas bantuan Pemerintah Provinsi Sumsel dalam pembangunan Sekretariat MUI. Menurut dia, memang sudah seyogyanya MUI Sumsel punya kantor lebih layak. “Kita ini ada sebutan Palembang Darusalam, saya kira akan sinkron jika hal tersebut sejalan dengan pembangunan infra struktur lembaga – lembaga Islam,” ujar dia.
sumber: Harian Umum Berita Pagi tanggal 16 Agustus 2010



Agustus 16th, 2010
Redaksi
Posted in 