
Feb
JELANG pemilu, berbagai upaya dilakukan caleg untuk menarik simpati pemilih. Cara konvensional di antaranya dengan menyebar spanduk dan stiker ke ruang publik. Namun seiring kemajuan teknologi informasi komputer, kini caleg merambah dunia maya. Meniru Barack Obama menggalang dukungan lewat facebook.
Interaksi tidak hanya sebatas say hello. Lebih dari itu, mereka membuka forum diskusi. Beragam tema di bahas, seputar pemilu, program yang diusung, visi dan visi, serta pokok bahasan lainnya seperti sosial, budaya, pariwisata atau lingkungan hidup.
Bahkan, Dodi Reza Alex, caleg DPR RI asal Sumsel, telah membentuk komunitas yang diberi nama Tim Merdeka Dodi Cyber Community di Lavender Hall Mal Palembang Trade Center (PTC), Minggu (15/2). Sebuah komunitas facebookers yang komitmen mendidik masyarakat dengan memanfaatkan fasilitas ICT.
Acara dirangkai dengan gathering atau kopi darat, membuka kesempatan pada para sahabat yang selama ini hanya bersua
dengan Dodi lewat foto dan pesan singkat di layar komputer, laptop, dan blackberry. Mereka berinteraksi langsung, menyampaikan ide dalam suasana santai.
Ada sekitar 100 sahabat yang diundang. Menurut Dodi, sebenarnya banyak rekan facebookers yang mau ikut, termasuk dari luar Sumsel dan bahkan luar negeri. Namun, karena keterbatasan ruang dan waktu, dipilihlah mereka yang ‘beruntung’ itu.
“Bukan diundi, tetapi kita cari jalan. Seperti mereka yang memberi komentar terbaik. Yang tidak bisa ikut, nanti kita adakan sekali lagi,” kata Dodi.
Salah satu syarat ikut gathering adalah mereka yang sanggup memberi donasi 1-2-3-2. Yaitu, satu member, dua pulpen, tiga buku tulis, dan dua pensil untuk disumbangkan pada dunia pendidikan di Sumsel.
“Meski tidak terlalu besar, spirit ada. Ini yang buat kita bangga,” kata Dodi.
Anggota Tim Merdeka DCC diberikan baju kaos, pin, dan kartu pengenal yang nantinya dapat dimanfaatkan sebagai kartu diskon pembelian produk sejumlah merchandise. Dodi juga berencana membuka warung baca di TB Angrek Jl Sudirman, dilengkapi hotspot sebagai tempat komunitas dunia informatika berkumpul.
Terobosan ini tentu saja disambut gembira. Seperti diungkap Mario, salah seorang anggota Tim Merdeka DCC yang mengaku sudah tidak sabar menikmati fasilitas itu. Sementara Adam, anggota lainnya, minta topik yang dibahas tidak terlalu berat untuk ukurannya seorang mahasiswa.
Hingga kemarin, teman Dodi Reza Alex di facebook lebih dari 5.000 orang. Dani (25), salah seorang sahabat yang kemarin turut diundang, mengaku awalnya tidak mengenal Doni. Ia iseng searching teman memasukkan kata Palembang, kemudian masuk ke profil Dodi.
“Saya kenal di facebook belum lama. Saya tertarik karena program Bung Dodi menyentuh kebutuhan masyarakat. Kita bisa saling tukar ide dan pemikiran mengenai apa saja. Senang rasanya pesan kita dibalas oleh Bung Dodi,” katanya.
Memang, seluruh pesan berupa komentar dan ide dari topik yang dibahas dibaca oleh Dodi. Ia sedapat mungkin meluangkan waktu dan memanfaatkan waktu luang, seperti di perjalanan dalam mobil. Topik diskusi juga ditulis oleh Dodi atau dari tim pendukung atas persetujuannya.
Persentasenya 85 persen berbanding 15 persen, artinya staf berperan kecil dalam hal ini. Mereka lebih fokus ke tugas mendaftarkan permintaan pertemanan dari facebookers baru. Para staf Tim Merdeka DCC ini adalah ahli teknologi informasi dan komputer lulusan perguruan tinggai lokal Palembang di bawah komando Alesandro.
Dodi bergabung ke facebook sekitar setahun lalu dan kian intens enam bulan terakhir. Untuk mendukung aktivitas itu, ia menggunakan blackberry. Pernah suatu ketika, dalam perjalanan ke Pulaurimau, Banyuasin, Dodi membuka facebook dan membalas pesan dari sahabat. Di tepi hutan mereka istirahat.
“Ketika saya menutup facebook, saya baru sadar kalau di samping ada monyet. Blackberry ini sangat membantu, asal ada sinyal pasti dapat digunakan,” katanya disambut tawa para sahabat.
Dalam satu kesempatan wawancara, Kamis (12/2) malam, Dodi tidak mengelak disebut meniru langkah Barack Obama yang meraih banyak dukungan sewaktu Pilpres AS dengan memanfaatkan fasilitas facebook. Menurut Dodi itu sah-sah saja.
“Kampanye tidak harus mendirikan panggung hiburan. Melalui ICT, kita bisa mengedukasi pemilih. Saya leluasa menyerap ide dan menyampaikannya kepada dinas terkait atau langsung ke gubernur,” katanya.
Menurut Dodi, sosialisasi program lewat dunia maya efektif untuk golongan yang punya akses teknologi informasi, umumnya masyarakat urban di pekotaan seperti Palembang. Mereka terdiri dari pemilih pemula (pelajar dan mahasiswa), profesional, dan pengusaha.
Menjalin jejaring dengan golongan ini diakui menguntungkan karena lebih kritis dan komunikatif mendiskusikan visi, misi, dan program yang diusungnya jika dipercaya mewakili suara masyarakat Sumsel di Senayan.
Kopdar yang dibuat Dodi ini mungkin bisa diusulkan ke MURI. Sepengetahuan Alesandro yang menggarap secara teknis facebook Dodi, belum ada di Indonesia seorang caleg yang berkomunikasi dengan pendukungnya di dunia maya kemudian mewujudkannya dalam sebuah kopdar.
“Ini bagian dari filosofi kerja pak Dodi yakni menyapa dan berbuat,”kata Alesandro yang pelit bicara tapi banyak bekerja dalam obrolan sebelum acara kopdar dimulai.
sumber: sripoku
Komentar dari Firdaus Marvel's 21/02/2009 00:53:
Kami sangat mendukung filosofi Pak Dodi dan pilihan kami tetap no. 2 karena saatnya yang muda berbicara,Amin
Komentar dari Firdaus Marvel's 21/02/2009 02:41:
Kami sangat bangga sekali dg DCC ini Pak,berharap acara Gatheringnya diadakan juga disekayu,Sukses untuk Bapak, Amin
Komentar dari Hanafi S 28/02/2009 22:24:
Saya senang bisa hadir di acara Gathering DCC walau tidak sampai habis acara, karena ada pekerjaan…Selamat atas terbentuknya DCC…Sukses buat DRA
Komentar dari Ruddy Yansaputra 08/03/2009 01:45:
viva skills expo 1009