
Jan
ARTIKEL oleh : Yudi Crisnandi adalah Anggota DPR RI, Tokoh Kaum Muda Indonesia.
Mas Radhar Tri Baskoro, sahabat saya, mentor politik saya Ketua Forum Aktivis Bandung, terima kasih? beserta rekan-rekan sekalian, kang Dayat, Anto dan lain-lain yang mengundang kami, ada sahabat saya disini Dr. Yudi Latif, Usman Hamid, Radhar Panca Dahana dan para pejuang-pejuang demokrasi lainnya, pejuang reformasi yang hadir disini.
Saudara saudara sekalian, saya juga mengajak saudara-saudara yang masih muda berpikir :
Saya juga meminta saudara – saudara berpikir dan membayangkan tentang Soekarno Muda.
Apa yang saudara-saudara pikirkan tentang Muhammad Hatta, Muh Natsir, Sutan Syahrir, Haji Umar Said Cokro Aminoto, Wahidin Sudiro Husodo, Dowes Deker, dan para pemuda-pemuda lain yang membebaskan kita dari penjajahan.
Saudara- Saudara Sekalian, Pada saat kita menemukan Proklamasi 17 Agustus Tahun 1945, kita menuangkan tujuan nasional kita di dalam Mukadimah UUD 1945:
Pertanyaan sekarang apakah tujuan-tujuan nasional terebut sudah tercapai? Setelah kita melewati 100 tahun kebangkitan nasional, setelah kita melampui 80 tahun Sumpah Pemuda 63 tahun kemerdekaan, 10 tahun reformasi, lihatlah angka kemiskinan hari ini tercatat 34,9 juta jiwa rakyat Indonesia hidup dibawah garis kemiskinan, lihatlah angka kebodohan kita 78,2 persen Bangsa Indonesia adalah lulusan SLTA kebawah, orang seperti kita seperti saduara-saudara sekalian, seperti saya hanya 5,1 persen dari 230 juta rakyat Indonesia.
Lihatlah ketimpangan di sana sini, hukum hanya milik penguasa, hukum hanya milik orang-orang yang ber-uang, orang-orang yang telah mengkorupsi KLBI, BLBI ratusan miliar, tidak dipenjara, tetapi lihatlah??? orang-orang yang mencuri pakaian mereka dipenjara tanpa proses hukum, inilah wajah ketidak adilan yang kita hadapi.
Kita memiliki 200 juta matrik ton produksi batu bara kita setiap tahun. Untuk mecukupi sekitar 33 juta hingga 66 juta batubara untuk PLN saja tidak mampu.
Di Bandung ada pemadaman bergilir, di Bali ada Pemadaman bergilir, di Surabaya ada pemadaman bergilir kenapa ini terjadi? Kemana kekuatan energi kita? Kita punya cadangan emas yang besar di FreePort namun 84 persen dikuasai oleh asing, dimana milik bangsa? kemandirian dipertanyakan.
Saudara-saudara sekalian kaum muda Indonesia yang hadir di Jawa Barat 80 tahun Sumpah Pemuda masih belum mampu merubah wajah bangsa Indonesia sebagaimana yang dicita-citakan Oleh Soekarno.
Masih belum mampu membuat bangsa Indonesia mandiri. Oleh karena itu ada tugas besar saudara-saudara sekalian, membawa Indonesia kearah lebih baik. Kelima tugas besar itu adalah:
Saudara-saudara sekalian,
Tugas dan peran sejarah ini, sangat tidaklah mudah, jalan panjang terbesar! Tantangan-tantangan jelas ada didepan, kita dihadapkan pada hegemoni elit, dihadapkan pada cooptasi kaum tua yang tidak memberikan kesempatan pada saudara-saudara, pada kita, untuk maju memimpin bangsa Indonesia.
Oleh Karena itu saudara-saudara nasib dan masa depan bangsa kita hanya ada di tangan kita sendiri! Kita tidak bisa menggatungkan nasib kita pada generasi tua.! Hari ini Di Bandung 28 Oktober Tahun 2008 kita mendeklarasikan semangat kita kembali untuk memajukan Indonesia demi cita-cita para pendiri bangsa kita sekalian.
Saudara-saudara sekalian,
Kelima Agenda nasional yang demikian berat:
Tidak mungkin bisa diselesaikan oleh pemimpin biasa-biasa, kita memerlukan pemimpin yang luar biasa, kita memerlukan pemimpin bertenaga keras, pemimpin motivator seperti Soekarno Muda, Seperti Syahrir Muda, seperti Hugo Chavez, seperti Eva Morlaes, bahkan seperti Barrack Obama di AS.
Pemimpin-pemimpin yang dengan energi muda adalah orang-orang muda, siapa itu? Saudara-saudara sekalian, kita sekalian!. Oleh karena itu pada kesempatan ini mari kita buktikan saatnya kaum muda memimpin! Saatnya Kaum muda memimpin! Masa depan bangsa ditentukan oleh kita semua, kita rebut kemenangan.
Orang muda hanya memilih pemimpin muda!
Komentar dari budi 01/02/2009 15:55:
saya orang muda jua tertarik dengan maslah politik, kebangsaan dan nasionalisme tapi sayang tidak punya modal untuk jadi anggota dpr, saya bisa memahami semanggat anda yang menyala nyala tapi saya punya persepsi yg agak beda dengan anda. Pemimpin muda dalam konteks saya bukan di batasi oleh usia semata, tetapi semanggat jiwa dan kemauan yang ingin maju progressif ttetapi disertai kesabaran, wisdom dan tentu saja hati hati dan tidak sembrono, saya kagum dengan Soekarno dan Mahatma Gandi mereka memiliki semanggat yang luar biasa tetapi yang lebih mengagumkan adalah durabilitasnya atau ketahanannya dalam berjuang mengatasi kesulitan bangsanya, masalah ketahannan ini yang sering tidak kita miliki, hal itu terjadi karena berhentinya proses berpikir kita.
Komentar dari harrie.sss 04/02/2009 11:57:
Trimakasih bang Budi atas tanggapan dan opininya..Saya setuju dengan cara berpikir bang Budi dalam melihat Pemuda dari sisi lain..Bahkan perlu kita kaji menjadi wawasan perkembangan perpolitikan di Indonesia menjelang pemilu 2009..Sebentar kita mundur melihat kiprah pemuda dalam sejarah nasional..Kiprah kalangan muda atau pemuda diyakini memiliki posisi yang sangat strategis dalam mengawal setiap perubahan yang terjadi di negeri Indonesia.
Dalam stiap transisi politik, pemuda selalu terlibat didalamnya..Misal, Era Kebangkitan Nasional 1908, Era Sumpah Pemuda 1928, Era Proklamsi 1945, Era Orde Baru 1966, Era Reformasi 1998.
Jadi, setiap angkatan/Era memiliki corak dan karakter yang berbeda..Inilah yang kita rasakan bahwa Apakah dia seorang Pemuda maupun dari generasi diatasnya akan selalu punya semangat moral force, tanpa melihat usia namun melihat kepentingan vested interest berdasar moral..MERDEKA BUNG BUDI!!!
Komentar dari Aprie De 09/02/2009 16:05:
Alangke lemak pempek palembang
tebuat dari ikan belido
kalu kamu nak meraso senang
pilihlah pemimpin yang masih mudo