SFC Siap Bersaing di LCA

Persiapan Sriwijaya Football Club (SFC) bersaing di pentas Liga Champions Asia (LCA) makin matang. Manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) sebagai pengelola SFC sudah melakukan berbagai persiapan. Mulai persoalan dana, pemain dan faktor keamanan sebagai tuan rumah.

Dana tidak jadi hambatan berarti karena Laskar Wong Kito mendapat subsidi dari Asian Football Confederation (AFC) sebesar Rp360 juta per laga. Artinya, pada fase grup saja SFC akan mendapatkan dana Rp2,16 miliar dari enam laga. Selain itu, SFC juga mendapat bantuan dana sebesar Rp500 juta sebagai kompensasi Juara Liga Indonesia (Ligina) 2007.

Untuk persiapan sebagai tuan rumah, pengurus PT SOM juga akan melakukan paparan di hadapan Asean Football Federation (AFF) di Malaysia. Pengurus SFC nantinya harus menjelaskan perihal kondisi klub, Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring serta fasilitasnya, keadaan lingkungan, dan kondisi keamanan.

Direktur Utama (Dirut) PT SOM Dodi R Alex Noerdin mengatakan, secara umum persiapan SFC sudah matang. Baik dari persoalan dana hingga persoalan teknis seperti strategi dan materi pemain yang akan dibawa.

Dodi menambahkan, pentas LCA merupakan momen terbaik untuk meningkatkan animo masyarakat Sumsel terhadap dunia sepakbola. Selain itu, Palembang akan dikenal di pelosok dunia karena sudah bisa menggelar even bertaraf internasional.

“Tidak bisa dibayangkan tim sekelas Gamba Osaka akan bermain di Stadion Gelora Sriwijaya. Tentu saja hal ini akan berdampak pada kunjungan wisatawan ke Palembang dan kita akan berusaha menjadi tuan rumah yang baik,” ujar Dodi, Kamis (8/1).

Caleg DPR RI Partai Golkar dari Dapil Sumsel 1 ini menambahkan, semua pengurus akan berusaha sekuat tenaga agar SFC bisa tampil maksimal. Minimal bisa menyamai rekor klub Indonesia sebelumnya lolos hingga 8 besar.

Selain itu, PT SOM juga tengah mencari perusahaan yang akan jadi sponsor di LCA. Manajemen juga akan lebih meningkatkan sektor pemasukan lewat pendekatan business to business dengan beberapa perusahaan nasional.

“Kita memang harus segera mencari pemasukan tambahan bagi SFC karena total kebutuhan SFC per tahun mencapai Rp30 miliar dan angka itu sudah termasuk kebutuhan di LCA. Saya harap suntikan dana dari berbagai pihak dapat meningkatkan motivasi pemain,” imbuh Dodi.

Sebagai langkah awal, Dodi akan lebih mengoptimalkan pengelolaan tiket. Jika pada tahun sebelumnya pemasukan tiket hanya Rp2 miliar, untuk tahun depan jumlah tersebut meningkat dua kali lipat yaitu Rp4 miliar.

“Kita terus akan meningkatkan income bagi SFC termasuk mencari sponsor. Sektor utama yang akan kita benahi adalah pemasukan tiket yang memberi pemasukan cukup besar bagi klub,” terang Dodi.

Sementara itu, pelatih Rahmad Darmawan mengatakan, hasil drawing memang tidak menguntungkan SFC karena tergabung raksasa Asia. Toh, SFC masih memiliki spirit kuat dan mental bertanding sebagai tim perwakilan dari kawasan Asia Tenggara dan Indonesia.

“Kita akan menyiapkan formula menghadapi tim beda kelas. Kita mengincar poin di laga kandang dan hasil seri di laga tandang,” tutup Rahmad (sumber: Berita Pagi).

Both comments and pings are currently closed.

Leave a Reply


Powered by WordPress | 2011-2016