
Lahir di Palembang, Sumatera Selatan pada tanggal 1 November 1970, merupakan putra sulung dari tiga bersaudara pasangan H. Alex Noerdin dan Hj. Sri Eliza Alex. Menyelesaikan pendidikan dasarnya di Jakarta dan Palembang hingga tamat Sekolah Menengah Atas.
Selepas Sekolah Menengah Atas, Dodi, panggilan akrabnya, melanjutkan pendidikannya ke Belgia. Lulus dari University of Leuven (UCL) – Belgium. selepas menuntaskan pendidikan sarjana, Dodi yang memang bertekad untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin kemudian melanjutkan sekolahnya dengan mengambil Master of Business Administration (MBA) di Universite Libre de Bruxelles, Belgium.
Dodi yang fasih berbahasa Inggris dan Perancis ini selain mengenyam pendidikan formal juga sempat mengambil pendidikan non formal dalam bidang penerbangan dan mengantongi izin Private Pilot License. Semua jenjang pendidikannya diambil karena kecintaannya pada dunia bisnis sekaligus dalam rangka mewujudkan cita-cita masa kecilnya menjadi seorang Penerbang. Dodi yang sejak kecil sangat patuh kepada pesan orang tuanya, bertekad untuk selalu memberikan yang terbaik kepada keluarganya. Untuk itu, sebelum memulai usaha sendiri, Dodi bekerja sebagai profesional di beberapa perusahaan besar di Indonesia hingga memiliki pengalaman kerja yang sangat memadai. Saat ini, Dodi memiliki beberapa perusahaan yang dikelolanya bersama keluarganya, yaitu PT Grita Artha Kreamindo (5 asec Indonesia), PT Pandji Media Network dan Radio Trijaya FM Palembang.
Ingin ikut membangun negeri tercinta ini Dodi bercita-cita menjadi kaum muda yang mampu membangun masa depan Indonesia secara realita di bidang pembangunan Ekonomi Nasional dan daerah kelahirannya Sumatera Selatan. Dodi sangat yakin bahwa kaum muda Indonesia selayaknya mampu dan harus terpanggil untuk melanjutkan pembangunan Indonesia ke masa depan yang lebih baik. Dalam mewujudkan cita-cita tersebut ada 2 hal yang telah secara serius digelutinya yaitu di sektor UMKM dan Kredit Mikro Tanpa Agunan (KMTA).
Dalam dunia bisnis, Dodi selalu bersemangat ketika berbicara mengenai kepeduliannya pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Menurut Dodi, kredit usaha mikro merupakan sektor usaha keuangan yang sangat liquid. “Dengan jumlah modal yang kecil, misalnya satu gerobak pempek dengan peralatannya cukup dibeli dengan harga 3 juta rupiah. Jika penghasilan tukang pempek gerobak itu adalah 30 porsi sehari, dia bisa membawa laba bersih sebesar Rp 75.000,- perhari (asumsi profit Rp 2500,- satu porsi) sehingga dengan demikian dapat terkumpul Rp 2.250.000,- rupiah sebulan. Jika dari usaha tersebut bisa menyisihkan 1 juta rupiah setiap bulan untuk cicilan pengembalian modal, maka dalam tempo 3 bulan, pinjaman modal sudah bisa dikembalikan. Hal ini jarang terjadi di usaha skala besar, seorang pengusaha dapat mengembalikan investasi usahanya dalam 3 bulan saja,” Tukasnya.
Visi Dodi Untuk Sumatera Selatan kedepan adalah keinginannya untuk mengundang investor asing masuk ke wilayah Sumatera Selatan, membangun infrastruktur bagi terciptanya lapangan pekerjaan, serta membangun usaha-usaha lain yang potensial, terutama dalam bidang agrobisnis dan sumber daya alam, khususnya pertambangan, seperti batubara yang merupakan salah satu kekayaan alam yang dimiliki oleh Sumatera Selatan dan merupakan berkah dari alam yang sangat luar biasa dan patut disyukuri, oleh karena itu, dengan kekayaan alam yang sangat luar biasa itu, Provinsi Sumatera Selatan harus memiliki sumber daya energi alternatif yang bisa memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia. Dodi menambahkan, “Sumber daya energi, seperti listrik, merupakan hal yang akan mempengaruhi perekonomian Indonesia di masa depan”.
Selain itu Dodi juga berkeinginan untuk mengajak investor lokal dan nasional untuk turut mengembangkan usaha dibidang jasa dan properti di Sumatera Selatan, karena potensi ekonomi Sumatera Selatan cukup besar, apalagi ketika sektor sumber daya alam yang dapat menghasilkan energi alternatif telah berperan di Sumatera Selatan.
Didalam aktivitas sosial kemasyarakatan yang digelutinya, Dodi yang juga aktif sebagai pengurus perusahaan yang mengelola klub Sepakbola Sriwijaya FC, juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Wilayah Sumatera Selatan dan Ketua Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) Sumatera Selatan ini. Seiring dengan kecintaannya pada dunia pendidikan, Dodi juga mendirikan Warung Baca Dodi (WBD), sebuah perpustakaan umum yang juga dapat digunakan sebagai ruang diskusi yang dilengkapi dengan komputer dan akses internet gratis yang dapat digunakan oleh setiap orang, sehari-harinya Warung Baca Dodi sangat ramai dikunjungi oleh pelajar dan mahasiswa dari seluruh penjuru kota Palembang.