Warga Keluang Inginkan Pembangunan Sesuai Keperluan

Rencana besar program pembangunan yang telah dirancang Dodi Reza Alex dan Islan Hanura ternyata cocok dengan keinginan warga.

Sekayu,

Pada kampanye dialogis di beberapa kecamatan tiga hari ini, seperti di Bayung Lincir, Sangka Desa dan Keluang teruangkap warga Muba mau dan ingin pembangunan yang terencana, bagus, dengan keinginan serta yang dibutuhkan warga.

Saat digelar kampanye dialogis di Keluang, Senin (19/9)pun, banyak warga yang menyayangkan pembangunan yang hingga kini tak lengkap dan sepotong-sepotong.

“Enak kalau kemudian selesai. Eh ini jalan Simpang Siku menuju Kecamatan Keluang baru saja selesai dicor beton. Belum sebulan selesai sudah rusak, bolong di sana-sini. Air PAM yang dulu hidup di A1, Keluang kini mati. Listrik yang dulu terang kini byarpet. Jadi mana Muba yang kaya raya itu?” gugat Suharno,warga keluang.

Sebenarnya, tambahannya, warga senang sekali ada akses jalan Keluang-Sekayu. “Dan ini pernah terjadi. Dibuka akses ini oleh Pak Alex Noerdin. Mulus dan sangat dekat dengan Sekayu. Tapi kok sudah tiga tahunan ini rusak. Diperbaiki, ditambali, dicor di lubang-lubang jalan. Eh begitu proyeknya rampung jalan kembali rusak. Aneh dan jelas tidak sesuai keinginan warga. Kan sederhana, warga mau jalan yang bagus. Kok susah banget ya memenuhinya. Yang katanya Muba kaya duitnya triliunan itu dimana?” tambahnya lagi.

Karenanya, Sumarni meminta kepada H Dodi Reza dan pasangannya untuk selalu berusaha, berdoa dan kelak saat doa itu terkabul dan duduk sebagai Bupati Muba, Sumarni minta jangan lupa dengan keinginan warga. “Ya kalau mau membangun libatkan kami aparat desa, warga sesepuh desa, perempuan dan remaja. Kan pembangunan untuk semua kalangan dan usia. Makanya kalo kami diajak bicara apa yang kami butuhkan pasti pembangunannya juga sesuai dengan yang diharapkan. Mari Pak Dodi kami berusaha sekuat tenaga mewujudkan cita-cita kita bersama. Semoga Allah mengabulkannya,” kata Sumarni.

Betul memang kalau pembangunan direncanakan dengan menyerap aspirasi warga pasti tak meleset. Dalam kampanye Dialogis ini Dodi dan Islan memaparkan program trobosan yang langsung berguna bagi warga. Dodi misalnya, dengan model fungsida temuan lembaganya, PBAST, mampu menciptakan musuh penyakitan mematikan petani karet yaitu jamur akar putih. Dengan model pembasmi penyakit jamur akar putih yang kini telah disebarluaskan ke kelompok tani di Muba, maka petani tak perlu mahal-mahal beli pembasmi hama. Sebab, jelas Dodi, pembasmi jamur akar putih yang kita ciptakan memang bahannya berasal dari alam sekitar dan tidak berbahaya bagi manusia dan yang pasti murah, irit tak merobek kantung petani.

Berikutnya, agar hasil kebun hasil industri lain milik warga tersalur dengan baik. Dodi telah merancang secara cermat jalan poros penghubung antar kota antar propinsi hingga desa dan talang bernama jalan poros trans Muba. Ini akan memangkas jalur yang selama ini ada sekaligus membuka daerah terpencil jadi maju. Jalan ini dirancang Dodi melewati Simpang Gas dari Jambi menuju Keluang, Sekayu lalu ke Pendopo Muara Enim. “ Akan banyak produk dan industri ikutan yang meramaikan jalur ini. Kalau sudah terbuka maka jalur perdagangan, ekonomi, pun mulus.

Selain itu, agar ada lapangan kerja bagi para remaja dan kaum ibu serta lulusan sekolah menengah maka Dodi sudah membuat cetak biru pendirian pabrik-pabrik pengolahan karet dan sawit di sejumlah kecamatan. “Gunanya apa? Agar produk sawit dan karet kita lebih punya nilai jual lebih. Muba dikenal sebagai pusat hasil karet dan sawit. Nah kalau pemerintah membangun pabrik ban di Muba, pabrik mentega di Muba maka penghasilan masyarakat meningkat. Selain itu akan ada lapangan pekerjaan bagi ribuan orang Muba,” terangnya.

Nah Kalau soal pupuk organic, Islan menawarkan formula pupuk alami, murah, jitu, serta tak mengancam kesehatan manusia. “Pupuk jenis ini telah kita uji coba dan dibagikan kepada kelompok petani. Hasilnya ampuh. Sekarang ini masih kita yang mengupayakan. Nanti pas Bupati Muba Dodi maka akan diusahakan melalui unit-unit usaha milik pemerintah sehingga tetap murah dan produksinya dapat dimasalkan, mudah dibuat,” jelasnya.

Sumber: Harian Berita Pagi

Both comments and pings are currently closed.

Leave a Reply


Powered by WordPress | 2011-2016